Menjaga Kehormatan Wanita Muslimah
8Jun2008 Kategori: Nasihat Untuk MuslimahPenyusun: Ummu Uwais dan Ummu Aiman
Muraja’ah: Ustadz Nur Kholis Kurdian, Lc.
Wahai saudariku muslimah, wanita adalah kunci kebaikan suatu umat. Wanita bagaikan batu bata, ia adalah pembangun generasi manusia. Maka jika kaum wanita baik, maka baiklah suatu generasi. Namun sebaliknya, jika kaum wanita itu rusak, maka akan rusak pulalah generasi tersebut.
Maka, engkaulah wahai saudariku… engkaulah pengemban amanah pembangun generasi umat ini. Jadilah engkau wanita muslimah yang sejati, wanita yang senantiasa menjaga kehormatannya. Yang menjunjung tinggi hak Rabb-nya. Yang setia menjalankan sunnah rasul-Nya.
Wanita Berbeda Dengan Laki-Laki
Allah berfirman,
وَمَاخَلَقْتُ الجِنَّ وَ الإِنْسَ إِلاَّلِيَعْبُدُوْنِ
“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Qs. Adz-Dzaariyat: 56)
Allah telah menciptakan manusia dalam jenis perempuan dan laki-laki dengan memiliki kewajiban yang sama, yaitu untuk beribadah kepada Allah. Dia telah menempatkan pria dan wanita pada kedudukannya masing-masing sesuai dengan kodratnya. Dalam beberapa hal, sebagian mereka tidak boleh dan tidak bisa menggantikan yang lain.
Keduanya memiliki kedudukan yang sama. Dalam peribadatan, secara umum mereka memiliki hak dan kewajiban yang tidak berbeda. Hanya dalam masalah-masalah tertentu, memang ada perbedaan. Hal itu Allah sesuaikan dengan naluri, tabiat, dan kondisi masing-masing.
Allah mentakdirkan bahwa laki-laki tidaklah sama dengan perempuan, baik dalam bentuk penciptaan, postur tubuh, dan susunan anggota badan.
Allah berfirman,
وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى
“Dan laki-laki itu tidaklah sama dengan perempuan.” (Qs. Ali Imran: 36)
Karena perbedaan ini, maka Allah mengkhususkan beberapa hukum syar’i bagi kaum laki-laki dan perempuan sesuai dengan bentuk dasar, keahlian dan kemampuannya masing-masing. Allah memberikan hukum-hukum yang menjadi keistimewaan bagi kaum laki-laki, diantaranya bahwa laki-laki adalah pemimpin bagi kaum perempuan, kenabian dan kerasulan hanya diberikan kepada kaum laki-laki dan bukan kepada perempuan, laki-laki mendapatkan dua kali lipat dari bagian perempuan dalam hal warisan, dan lain-lain. Sebaliknya, Islam telah memuliakan wanita dengan memerintahkan wanita untuk tetap tinggal dalam rumahnya, serta merawat suami dan anak-anaknya.
Mujahid meriwayatkan bahwa Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha berkata: “Wahai Rasulullah, mengapa kaum laki-laki bisa pergi ke medan perang sedang kami tidak, dan kamipun hanya mendapatkan warisan setengah bagian laki-laki?” Maka turunlah ayat yang artinya, “Dan janganlah kamu iri terhadap apa yang dikaruniakan Allah…” (Qs. An-Nisaa’: 32)” (Diriwayatkan oleh Ath-Thabari, Imam Ahmad, Al-Hakim, dan lain sebagainya)
Saudariku, maka hendaklah kita mengimani apa yang Allah takdirkan, bahwa laki-laki dan perempuan berbeda. Yakinlah, di balik perbedaan ini ada hikmah yang sangat besar, karena Allah adalah Dzat Yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Mari Menjaga Kehormatan Dengan Berhijab
Berhijab merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bagi setiap wanita muslimah. Hijab merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap wanita yang telah disyariatkan dalam Islam. Dalam mengenakan hijab syar’i haruslah menutupi seluruh tubuh dan menutupi seluruh perhiasan yang dikenakan dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini sebagaimana tercantum dalam firman Allah Ta’ala:
وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ
“dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya.” (Qs. An-Nuur: 31)
Mengenakan hijab syar’i merupakan amalan yang dilakukan oleh wanita-wanita mukminah dari kalangan sahabiah dan generasi setelahnya. Merupakan keharusan bagi wanita-wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam untuk meneladani jejak wanita-wanita muslimah pendahulu meraka dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam masalah berhijab. Hijab merupakan cermin kesucian diri, kemuliaan yang berhiaskan malu dan kecemburuan (ghirah). Ironisnya, banyak wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam keluar di jalan-jalan dan tempat-tempat umum tanpa mengenakan hijab, tetapi malah bersolek dan bertabaruj tanpa rasa malu. Sampai-sampai sulit dibedakan mana wanita muslim dan mana wanita kafir, sekalipun ada yang memakai kerudung, akan tetapi kerudung tersebut tak ubahnya hanyalah seperti hiasan penutup kepala.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
“Semoga Alloh merahmati para wanita generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat:
“dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31)
“Maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.”
Subhanallah… jauh sekali keadaan wanita di zaman ini dengan keadaan wanita zaman sahabiah.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa hijab merupakan kewajiban atas diri seorang muslimah dan meninggalkannya menyebabkan dosa yang membinasakan dan mendatangkan dosa-dosa yang lainnya. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya hendaknya wanita mukminah bersegera melaksanakan perintah Alloh yang satu ini.
Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36)
Mengenakan hijab syar’i mempunyai banyak keutamaan, diantaranya:
- Menjaga kehormatan.
- Membersihkan hati.
- Melahirkan akhlaq yang mulia.
- Tanda kesucian.
- Menjaga rasa malu.
- Mencegah dari keinginan dan hasrat syaithoniah.
- Menjaga ghirah.
- Dan lain-lain. Adapun untuk rincian tentang hijab dapat dilihat pada artikel-artikel sebelumnya.
Kembalilah ke Rumahmu
وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ
“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu.” (Qs. Al-Ahzab: 33)
Islam telah memuliakan kaum wanita dengan memerintahkan mereka untuk tetap tinggal dalam rumahnya. Ini merupakan ketentuan yang telah Allah syari’atkan. Oleh karena itu, Allah membebaskan kaum wanita dari beberapa kewajiban syari’at yang di lain sisi diwajibkan kepada kaum laki-laki, diantaranya:
- Digugurkan baginya kewajiban menghadiri shalat jum’at dan shalat jama’ah.
- Kewajiban menunaikan ibadah haji bagi wanita disyaratkan dengan mahram yang menyertainya.
- Wanita tidak berkewajiban berjihad.
Sedangkan keluarnya mereka dari rumah adalah rukhshah (keringanan) yang diberikan karena kebutuhan dan darurat. Maka, hendaklah wanita muslimah tidak sering-sering keluar rumah, apalagi dengan berhias atau memakai wangi-wangian sebagaimana halnya kebiasaan wanita-wanita jahiliyah.
Perintah untuk tetap berada di rumah merupakan hijab bagi kaum wanita dari menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram dan dari ihtilat. Apabila wanita menampakkan diri di hadapan laki-laki yang bukan mahram maka ia wajib mengenakan hijab yang menutupi seluruh tubuh dan perhiasannya. Dengan menjaga hal ini, maka akan terwujud berbagai tujuan syari’at, yaitu:
- Terpeliharanya apa yang menjadi tuntunan fitrah dan kondisi manusia berupa pembagian yang adil diantara hamba-hamba-Nya yaitu kaum wanita memegang urusan rumah tangga sedangkan laki-laki menangani pekerjaan di luar rumah.
- Terpeliharanya tujuan syari’at bahwa masyarakat islami adalah masyarakat yang tidak bercampur baur. Kaum wanita memiliki komunitas khusus yaitu di dalam rumah sedang kaum laki-laki memiliki komunitas tersendiri, yaitu di luar rumah.
- Memfokuskan kaum wanita untuk melaksanakan kewajibannya dalam rumah tangga dan mendidik generasi mendatang.
Islam adalah agama fitrah, dimana kemaslahatan umum seiring dengan fitrah manusia dan kebahagiaannya. Jadi, Islam tidak memperbolehkan bagi kaum wanita untuk bekerja kecuali sesuai dengan fitrah, tabiat, dan sifat kewanitaannya. Sebab, seorang perempuan adalah seorang istri yang mengemban tugas mengandung, melahirkan, menyusui, mengurus rumah, merawat anak, mendidik generasi umat di madrasah mereka yang pertama, yaitu: ‘Rumah’.
Bahaya Tabarruj Model Jahiliyah
Bersolek merupakan fitrah bagi wanita pada umumnya. Jika bersolek di depan suami, orang tua atau teman-teman sesama wanita maka hal ini tidak mengapa. Namun, wanita sekarang umumnya bersolek dan menampakkan sebagian anggota tubuh serta perhiasan di tempat-tempat umum. Padahal di tempat-tempat umum banyak terdapat laki-laki non mahram yang akan memperhatikan mereka dan keindahan yang ditampakkannya. Seperti itulah yang disebut dengan tabarruj model jahiliyah.
Di zaman sekarang, tabarruj model ini merupakan hal yang sudah dianggap biasa, padahal Allah dan Rasul-Nya mengharamkan yang demikian.
Allah berfirman:
وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى
“Dan hendaklah kamu tetap berada di rumahmu, dan janganlah kalian berhias dan bertingkah laku seperti model berhias dan bertingkah lakunya orang-orang jahiliyah dahulu (tabarruj model jahiliyah).” (Qs. Al-Ahzab: 33)
Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, yang artinya: “Ada dua golongan ahli neraka yang tidak pernah aku lihat sebelumnya; sekelompok orang yang memegang cambuk seperti ekor sapi yang dipakai untuk mencambuk manusia, dan wanita-wanita yang berpakaian tapi hakikatnya telanjang, mereka berjalan melenggak-lenggok, kepala mereka seperti punuk unta yang miring. Mereka tidak akan masuk surga dan tidak bisa mencium aromanya. Sesungguhnya aroma jannah tercium dari jarak sekian dan sekian.” (HR. Muslim)
Bentuk-bentuk tabarruj model jahiliyah diantaranya:
- Menampakkan sebagian anggota tubuhnya di hadapan laki-laki non mahram.
- Menampakkan perhiasannya,baik semua atau sebagian.
- Berjalan dengan dibuat-buat.
- Mendayu-dayu dalam berbicara terhadap laki-laki non mahram.
- Menghentak-hentakkan kaki agar diketahui perhiasan yang tersembunyi.
Pernikahan, Mahkota Kaum Wanita
Menikah merupakan sunnah para Nabi dan Rasul serta jalan hidup orang-orang mukmin. Menikah merupakan perintah Allah kepada hamba-hamba-Nya:
“Dan nikahkanlah orang-orang yang sedirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (menikah) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. jika mereka miskin Allah akan memberi kemampuan kepada mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Qs. An-Nuur: 32)
Pernikahan merupakan sarana untuk menjaga kesucian dan kehormatan baik laki-laki maupun perempuan. Selain itu, menikah dapat menentramkan hati dan mencegah diri dari dosa (zina). Hendaknya menikah diniatkan karena mengikuti sunnah nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan untuk menjaga agama serta kehormatannya.
Tidak sepantasnya bagi wanita mukminah bercita-cita untuk hidup membujang. Membujang dapat menyebabkan hati senantiasa gelisah, terjerumus dalam banyak dosa, dan menyebabkan terjatuh dalam kehinaan.
Kemaslahatan-kemaslahatan pernikahan:
- Menjaga keturunan dan kelangsungan hidup manusia.
- Menjaga kehormatan dan kesucian diri.
- Memberikan ketentraman bagi dua insan. Ada yang dilindungi dan melindungi. Serta memunculkan kasih sayang bagi keduanya.
Demikianlah beberapa perkara yang harus diperhatikan oleh setiap muslimah agar dirinya tidak terjerumus ke dalam dosa dan kemaksiatan dan tidak menjerumuskan orang lain ke dalam dosa dan kemaksiatan. Allahu A’lam.
Referensi:
Menjaga Kehormatan Muslimah, Syaikh Bakar Abu Zaid.
***
Artikel www.muslimah.or.id
Faisal
11th June 2008 pukul 1:32 am
Kecantikan seorang wanita adlh rasa malunya pd org lain
eyang
14th June 2008 pukul 2:38 am
berbangga dan berbahagialah dengan kodratmu, jangan tertipu syaithon untuk mengingkari petunjuk yang nyata ( al-quran)
zinnera
18th June 2008 pukul 4:12 am
bagus, teruskan berdakwah!!!
jiri
18th June 2008 pukul 11:24 pm
izin copy tulisannya ia
ummu salamah
23rd June 2008 pukul 8:43 pm
asslmkmwrwb.masyaAlloh tetap berjuang.ALLOHUAKBAR DAKWAH ALILLOH.berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.wasslmwrwb
endang supriatna
25th June 2008 pukul 12:25 am
Islam hadir di tengah-tengah budaya jahiliyah dengan mengangkat derajat wanita, sehingga wanita dimulyakan. Wanita disejajarkan dengan kaum pria namun tetap dalam koridor kodrat kewanitaannya. Wanita boleh berperan dalam kancah amal sholeh namun tetap dalam frame esensinya sebagai wanita. Wanita hendaknya mengambil peran yang telah diwadahi oleh Islam. Wanita menuntut ilmu hendaklah diabadikan ke dalam Islam. Wanita diberi keleluasaan dalam berkiprah hendaklah tetap bercermin dalam Islam. Jika wanita ingin tetap mulya dan tetap tinggi derajatnya di muka bumi ini.
Wanita menuntut ilmu bukan untuk mencari uang.
Wanita menggali ilmu bukan untuk menggenggam karier.
Wanita Mencari ilmu bukan untuk meraih posisi atau jabatan dalam suatu instansi. WaNITA MENDAPATKAN ILMU UNTUK MENDIDIK PUTRA PUTRINYA AGAR MENJADI GENERASI SHOLEH DAN SOLEHA!!!
ABU ALGHIFARI
25th June 2008 pukul 12:36 am
Wanita sholeha yang mampu menjaga diri dan kehormatannya, menjaga kemulyaannya dengan tetap berhukum dengan hukum Islam. Berhias dengan polesan Islami. Berjilbab, berhijab dengan jilbab yang sebenarnya sebagaimana perintah Rosulullah salallahu’alaihi wassalam. Akan lebih mulya dari dunia dan seisinya. (Bayangkan!!!)
Namun wanita musyrik terkadang berjilbab namun jilbabnya jilbab “Gaul” yang dilibet-libet di leher seperti orang ingin gantung diri.
berpakaian seperti pakaian kaum kafir, Seperti berpakaian ketat, membentuk lekuk tubuh. menggunakan celana jeans, yang ketat meski berjilbab, maka kata rosulullah wanita tersebut berpakaian tetapi dinilai telanjang. akan lebih hina daripada sampah!!! Na’uzubillah!
iis warrior princess
26th June 2008 pukul 6:54 pm
is bangga menjadi wanita….
dan semoga is bisa menjadi wanita sholeha yang seperti di utarakan dalam artikel ini….amiiinn….
anin
1st July 2008 pukul 1:00 am
Membaca artikel di atas menyadarkan bahwa seorang wanita mulia, maka kita sbg wanita harus selalu menjaga kehomartan agama, keluarga, dan tentunya harus menjaga harga diri sebagai seorang wanita.
ririn
3rd July 2008 pukul 9:53 pm
wanita sholehah adalah bidadari surga
Ukhti
16th July 2008 pukul 3:10 am
Subhanallah ….. begitu mulianya seorang wanita, semoga saja saya menjadi seorang mslimah yang sholeh … amiin
ina
17th July 2008 pukul 7:14 am
Ahamdulillah, dulu ana jauh dari agama. kemudian hidayah datang. artikel ini manfaat sekali utk ana yg sedang proses menjadi muslimah soleha, istri soleha,pemimpin buat jundi2 kecil ana nantinya . syukron
insya Allah dapat bermanfaat juga yang lain
annisa
26th July 2008 pukul 9:31 pm
subhanallah…
mudah2an artikel ini bermanfaat bagi saya dan teman2
syukron atas pembelajarannya,,
adit
28th July 2008 pukul 9:29 pm
perhiasan dunia adalah wanita sholehah, semoga allah swt menjaganya dari kemunafikan wanita kafir
rendahkan pandangan meskipun bercadar
29th July 2008 pukul 12:52 pm
jadilah seperti Sahabiah-sahabiah yang penuh ibadah dan pengorbanan harta
nur fitri isnaini
31st July 2008 pukul 10:05 pm
assalamualaikum wr.wb
dulu saya adalh seorang wanita yang tidak menerima kodratnya sebagai wanita saya selalu berusaha terlihat sebagai seorang laki2 tapi setelah membaca artikel diatas, Subhanallah saya sadar betapa beruntungnya saya karena ditakdirkan menjadi seorang wanita,terima kasih banyak mungkin artikel tersebut menjadi pembuka pintu hidayah bagi saya,semoga saya bisa menjadi wanita salihah dunia akhirat amin….
wassalam wr wb
Sri mulya ningsih
1st August 2008 pukul 6:31 am
Jazakillah ats artikelnya,smg bisa merubah pndangan orang tentang jilbab,jilbab bukan penutup kepala tapi menutupi apa yg wajib ditutupi yaitu aurat.
rini
4th August 2008 pukul 2:16 am
SubuhanaAllah
riskie wulan
5th August 2008 pukul 10:53 pm
artikel ini bagus bgt bwt wanita muslimah.terusin jihadnya y
zaini
6th August 2008 pukul 2:38 am
alhamdulillah, sangat bagus untuk menambah pengetahuan kaum muslimin.
mia
11th August 2008 pukul 12:26 am
kmrin hati ini trnodai..smoga Allah memaafkan Q!!!!!!!
syukron bwt artikelnya..
cacha
12th August 2008 pukul 2:02 am
setuju ama pendapatnya ririn
abahnya zayd
13th August 2008 pukul 5:54 pm
assalamu’alaikum
aq numpang copy artikel ini buat di blog ana yah
http://salafiyunpad.wordpress.com
barokallahu fiikum
fatimah
13th August 2008 pukul 9:50 pm
alhamdullilah dengan artikel itu akan menambah keimanan saya dan insyaAllah saya terus mempertahankan jilbab walaupun banyak banget cobaan,yang dulu sempet membuka jilbab hanya karena suatu pekerjaan
eiwan
18th August 2008 pukul 8:38 am
skrg mmg ssh nk cari wanita yg btl2 solehah & bersopan santun..
ak 6t x tau ar,hehe…
doNnA
26th August 2008 pukul 1:26 am
suBhAnaLLah………
wANitA a/ pENeNtu…..
mDAh”aN,Qt (aKhwat) sA mnjAdi wNitA sOLehA…..
aMiEn
Anggit
8th September 2008 pukul 12:51 am
Benarkah Wanita Yang Berkerudung Pasti Wanita Yang SoLehah?
Abu Zahra
8th September 2008 pukul 7:50 pm
tuk Anggit.
“Benarkah Wanita Yang Berkerudung Pasti Wanita Yang SoLehah?”
Jawabannya kembali kepada niat wanita yang memakai kerudung tersebut, apakah ia menggunkan kerudung untuk melaksanakan syariat dengan IKHLAS mengharap keridhaan ALLOH ataukah hanya sebagai alat untuk mempercantik diri? atau karena niat yang lainnya, namun yang perlu diperhatikan bahwa menutup aurat adalah salah satu ciri wanita shalihah.
Ciri2 wanita shaliaha yang lain bisa dilihat dari diennya, akhlaqnya, ketaatan pada ALLOH, Rasul, suaminya. Tidak perlu ana berpanjang-panjang menjelaskanya, banyak referensi yang bisa diperoleh berkait penjelasan tentang wanita shalihah.
Wallohu a’lam bishowab
Abdullah
10th September 2008 pukul 12:30 am
4 Anggit,
Memang kita tidak bisa serta-merta menilai seseorang itu adalah laki-laki yang sholih atau wanita yang sholihah. Akan tetapi yang bisa kita nilai adalah apa yang nampak secara zhohir (lahiriah). Secara mudahnya, orang yang sholih atau sholihah adalah orang yang taat menjalankan perintah-perintah dari Allah dan Rasul-Nya serta menjauhkan diri dari segala apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Jika kita melihat seorang wanita berkerudung, maka kita nilai apakah cara berkerudungnya sudah sesuai dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Jika memamg sudah sesuai, maka kita bisa mengatakan bahwa wanita tersebut sudah menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya dalam perkara yang wajib, yakni menutup aurat. Adapun mengenai sholatnya, puasanya, ibadah-ibadah yang lainnya, akhlak, muamalah, dan yang lainnya bisa dinilai dengan barometer ajaran Islam yang haq (benar).
Sementara isi hatinya, kita tentu tidak bisa mengetahuinya.
Wallahu a’lam.
Slamet
11th September 2008 pukul 7:18 am
Ass”…!
Subha n4LL4H…,
sungguh dalam isi artikel nya. Mg bs d jd kan refrensi,tuk rkan”* akhwat. Trus..perbaiki umat,yg da mkin klewat..
Syukron..to moderat..
Wass”…
wafa
17th September 2008 pukul 12:59 am
Subhanallah artikelnya bagus. ditengah arus feminisme yang menerjang, artikel ini menjawab tantangan. Ane sedih dengan apa yang disuguhkan televisi sekarang ini, acara - acara yang mengumbar aurat wanita, berbau kebanci - bancian tapi sangat diminati seperti MAMAMIA di Indosiar. Sudah jelas acara tersebut adalah ajang perusakan generasi tapi tetap saja meraih rating tinggi. menyedihkan! calon generasi bangsa bukannya diajarin bagaimana caranya mencari ilmu tapi diajari ber tabaruj ria. mau jadi apa negara ini? belum lagi tayangan - tayangan religi yang sukses dengan adegan mesra suami - istri yang jelas - jelas bukan muhrimnya. semakin sukses memperburuk citra umat Islam. apakah kurang jelas Firman Allah dalam Q.S al-’araaf : 179?
wahdatun nikmah
18th September 2008 pukul 4:26 pm
Subhanallah,islam sungguh mulia…..
Doakan saya semoga bisa kaffah dg jilbabq……
vina
19th September 2008 pukul 12:31 am
assalamualaikum wr.wr
subhanallah maha suci allah………..
artikelnya bner-bener bagus banget,sehingga membuat takut bagi orang-orang yang mau melakukan kemaksiatan dalam dunia fana ini……semoga ja bagi wanita2yang belum sadar bisa terbuka pintu hatinya amien……….
amrozi
20th September 2008 pukul 8:45 am
Wanita itu harus dan wajib memakai jilbab,begitu ja kok repot
paijo
20th September 2008 pukul 8:50 am
wanita harus memakai jilbab, biar di ridho Alloh, karna itu perintahNya, jangan memakai pakaian ketat, atau malah yang memancing emosi laki2 teman syaithon, ntar di prokoso baru tahu rasa lho.
HiDay
26th September 2008 pukul 2:10 am
Ya Allah, aku mohonkan HidayahMu untuk istriku semoga bisa seperti petunjukmu, dan aku mohon kepadaMu hidayah sebagai suami yang ada dalam ridloMu, serta kesabaran..
NIA
7th October 2008 pukul 10:54 pm
Terima kasih banyak ya buat artikelnya. berguna banget buat saya yang baru beberapa minggu berusaha belajar pake jilbab panjang n juga mo berusaha memperbaiki ahlak…. mohon doanya :-)
Allah Hafiz
Ci_mut ^_^
14th October 2008 pukul 6:06 pm
Indahnya jika bisa menjadi wanita muslimah sejati….
Ariyanto
25th October 2008 pukul 8:00 pm
Assalamualaikum, Saya lagi dilanda was2, soalnya tunanganku lagi goyah masalah akidah..! saya tahu kalo kita berjauhan. dan kontrol kurang apalagi insya 4JJ kita menikah tanggal 14 des. Pakaian calon istriku malah berubah dari jilbab, kini kadang2 berjilbab kadang tidak. mungkin masalah berteman dengan yang tidak islami. dia menjadi gitu. ia juga mulai berani melawan jika saya kasih tahu. Tidak lagi mau terbuka kalo ada problem ke saya, malah lari ke temannya itu. Kuharap 4JJ masih menyayanginya dan memberikan secerca Hidayah padanya. semoga ia kembali di jalan 4JJ
Oppe
27th October 2008 pukul 4:21 pm
Subhanalloh,,
artikel yg sangat bagus.Sem0ga dapat bermanfaat dan terus memberikan yg terbaik.
zaidan
4th November 2008 pukul 8:13 pm
silahkan baca bukunya “Menjaga Kehormatan Muslimah” karya Syaikh Bakr Abdullah Abu Zaid Daar An-Naba’ lihat bukunya di http://www.at-tibyan.com
det
26th November 2008 pukul 8:19 am
waw… bagus banget artikelnya ;)
aya
26th November 2008 pukul 7:37 pm
alhamdulillah…sangat bermanfaat
na
11th December 2008 pukul 1:22 am
asslmualaikum ..
maff ..
pgen nanya ..
karena aku islam’nya kurang bnyak yg aku ngertiin tlong jawab yah ..
aku pgen minta bantuan sama siapa ajh yang nguasain islam spnuh’a di forum ini ..
tolong bantuin aku ..
yang mau bantu aku kirim email aja k ***@yahoo.com
tolongggggg …
aku butuh kalian semua …
aku ga mau ngomong d forum
thx b4 ..
d tungggu bgt yg mau bantu aku
abdullah
11th December 2008 pukul 2:20 am
buat na, kirim aja masalahnya ke moderator, insyaAllah banyak narasumber terpercaya yang bisa kasi solusi.
abu ishaq as salafy al madury
5th January 2009 pukul 2:14 am
Bismillah
Ini artikel bukan hanya untuk di baca, akan tetapi diamalkan…!!! barokalloh fiikum
Santy
19th January 2009 pukul 6:18 pm
Subbhanallah…mudah”an degan membaca artikel ini dapat menambah keimanan saya..amin…
wening
28th January 2009 pukul 1:54 am
assalamu’alaikum wr.wb
subhanallah artikel yang sangat bagus,terutama bagi ana yang baru belajar salafi, uztadah mohon di jelaskan juga mengenai pakaian muslimah yang syar’i dilihat dari warnanya,ada beberapa yang merasa jika pakaian yang dikenakan sudah gelap, tapi ternyata ada yang berpendapat jika warnanya masih tergolong mencolok,
sebatas manakah warna yang termasuk kategori mencolok itu?
Barakallahu fyk atas jawabannya
wassalamu’alaikum wrwb
Ririn
29th January 2009 pukul 5:08 pm
Asslm..
aq uda sering pcrn tp,aq ud sdar n mau akhri smua ni n t0bat ats smua d0saku. aq btuh k0nsultan agama 0r ustadzah utk lbh mndlmi Islam. wl0pun aq ud brjilbab,aq msi ngrasa bnyk d0sa n blm pnts d sebut muslimah shalihah..
jazakumullah..
waalaikumslm..
Siti from papua
29th January 2009 pukul 6:19 pm
Komentarnx ok2
Penumpang Bus Trans Jogja A3
25th February 2009 pukul 12:00 pm
Bila berjalan atau dalam bus Trans Jogja rendahkan pandangan jangan sampai terkesan suasana dan keadaan
m.fidol
6th March 2009 pukul 9:33 pm
ass… Keinginan setiap muslimah menjd wanita soleha penghuni surga.apa bs? Wawlhhualm.
Hasanah
10th March 2009 pukul 7:48 pm
Menjadi wanita muslimah memang dambaan setiap setiap perempuan yang mengaku dirinya beriman. dan itu adalah cita-citaku karena posisi wanita di mata Islam sangatlah mulia karena itu aku ingin sekali menduduki posisi itu, tapi begitu banyak cobaan yang aku hadapi dalam menjalani hidup ini sebagai wanita muslimah, apakah ini yang dimaksud dengan semakin tinggi pohon semakin besar angin yang mengguncangnya???
BalQis
20th March 2009 pukul 12:52 am
smoga allah menjaga Q dari kemulian lahir dan bathin,,^_^
yani
20th March 2009 pukul 5:26 pm
ass..
bagus bnget artikelnya, apalgi buat saya, yang ingin skali benar2 berjilbab yang syari’ah..mohn doax y teman2,amin!
Tono
22nd March 2009 pukul 3:02 am
Assalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh,
Afwan, ana minta izin buat copy artikel ini, syukron
dzira
25th March 2009 pukul 4:29 pm
maaf bukan ntuk berkomentar tapi bertanya dimana ya mau nyari jilbab2 akhwat,cadar ataw burdah
angie
25th March 2009 pukul 11:16 pm
nice….jadi terharu..
sebenarnya aku sudah ingin…