Bismillahir-Rahmanir-Rahim.
Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SUBHANAHU WA TA’ALA atas Rahmat dan Maghfirah-Nya kepada kita sekalian hamba-Nya. Salawat dan salam kepada RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM keluarga, para sahabat, dan tabi’in. Semoga kita senantiasa istiqamah dalam menapaktilasi jejak-jejak Risalah Rasulullah RASULULLAH SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM hingga akhir hayat. Amiin.
Petunjuk praktis: Hidup Sehat Cara Sunnah Rasulullah SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM ini adalah kumpulan beberapa ayat, hadits dan ilmu kedokteran yang kami kutip dari Al-Qur’an, Hadits Nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM dan buku-buku kedokteran, yang bisa digunakan sebagai salah satu metode hidup sehat yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM.
Petunjuk praktis ini lebih menekankan pada aspek cara hidup sehat Rasulullah SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM dengan BERBEKAM (berhijamah). Sebab dengan BERBEKAM, disamping memperoleh pahala Sunnah Nabi, Insya Allah kita juga akan mendapatkan manfaat kesehatan.
Mudah-mudahan tulisan ini sedikit banyak bisa memberi gambaran dan petunjuk praktis dalam melaksanakan aktivitas BEKAM (hijamah).
II. Ayat Al-Qur’an Tentang Penyakit dan Pengobatan
Dalam Al Qur’an Allah SUBHANAHU WA TA’ALA berfirman yang artinya :
“Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh dari penyakit- penyakit yang berada dalam dada dan Petunjuk serta Rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Yunus: 57)
“(Allah) Yang menciptakan aku, dan Dia-lah Yang Memberi Petunjuk kepadaku. Dan Yang Memberi aku makan dan minum. Jika aku sakit, Dia-lah yang menyembuhkanku.” (QS. Asy-Syu’araa’: 78-80)
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi Penawar dan Rahmat bagi orang-orang yang beriman.” (QS. Al-Israa: 82)
Katakanlah: “Al-Qur’an itu adalah Petunjuk dan Penawar bagi orang-orang yang beriman….” (QS. Fushshilat: 44)
“Hanya dengan dzikir kepada Allah hati menjadi tentram.”
(QS. Al-Ahzab: 28)
“Dialah (Allah) Yang menjadikan bumi itu serba guna untukmu, maka berjalanlah dimuka bumi….” (QS. Al-Mulk: 15)
“Kemudian makanlah dari tiap-tiap macam buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan bagimu. Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya; didalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia….” (QS. An-Nahl: 69)
“Makan dan minumlah, tapi jangan berlebih-lebihan….” (QS. Al-A’raf: 31)
“Bacalah atas nama Tuhanmu Yang Maha Pencipta. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, atas nama Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Dia mengajar manusia dengan perantaraan qalam. Dia memberi pengetahuan kepada manusia tentang sesuatu yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-Alaq: 1-5)
“Dan Tuhanmu berfirman: ‘Berdo’alah kepada-Ku niscaya Aku perkenankan do’amu.’….” (QS. Al-Mu’min: 60)
III. Hadits Nabi Tentang Penyakit dan Pengobatan
“Perut adalah rumah bagi segala macam penyakit, dan penjagaan atas makanan adalah permulaan pengobatan.” (Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam)
“Kami adalah suatu kaum yang tidak makan sebelum lapar dan apabila makan tidak sampai kenyang.” (Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam)
“Tidaklah suatu tempat yang dipenuhi Bani Adam (manusia) lebih buruk dari perutnya, padahal yang dibutuhkan sekedar penyangga tulang rusuknya. Kalau memang harus memenuhinya, maka sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumnya dan sepertiga untuk pernapasannya.” (Sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam).
Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Kalau Allah menurunkan suatu penyakit, maka Allah juga akan menurunkan obatnya.” (HR. Bukhari)
IV. Beberapa Hadits Tentang Bekam
Termuat di dalam Shahih Al-Bukhari, dari Ibnu Abbas, dari Nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM; beliau berkata: “Kesembuhan ada dalam tiga perkara: meminum madu, berbekam dan bakaran api. Tetapi aku melarang ummatku melakukan pembakaran dengan besi.”
Berkata Abu ‘Abdullah Al-Maziri, penyakit yang penuh itu ada kalanya sanguinieous, bilious, phlegmy atau melancholic. Apabila penyakit itu sanguinieous, maka kesembuhannya adalah dengan mengeluarkan darah. Dan apabila penyakit termasuk ke dalam tiga bagian yang terakhir, maka kesembuhannya dengan pembersih yang sesuai dengan humornya, sebagaimana Nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM mengingatkan madu untuk pencahar dan berbekam untuk veneseksi (membuka pembuluh halus darah).
Al-Bukhari telah menulis tentang masalah berbekam dalam kitabnya dalam bab “Berbekam.” Nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM menyuruh menggunakan bekam, dan bersabda, “Tidak ada obat yang bisa disetarakan dengan berbekam dan mengeluarkan darah.” (HR. Al-Bukhari)
Dari Jabit bin Abdullah RA, ia berkata: ‘Aku pernah mendengar Nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM bersabda: “Jika ada yang mengandung obat yang baik bagi kalian, maka hal itu ada pada minuman madu, atau pisau pembekam, atau sengatan api. Dan aku tidak suka pengangusan.” (HR. Bukhari)
Termuat dalam Sunan Ibnu Majah, dari Katsir Ibnu Salim, dia berkata: Aku mendengar Anas Ibnu Malik mengatakan: Telah berkata Rasulullah SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM: “Aku tidak melewati orang-orang pada waktu aku diisra’kan, kecuali mereka mengatakan: ‘Wahai Muhammad, perintahkanlah kepada ummatmu untuk berbekam.’”
Telah diriwayatkan dari Nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM, bahwa beliau mengatakan: “Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah berbekam (berhijamah) dan fashd’. Dan di dalam hadits lain dinyatakan: ‘Sebaik-baik obat adalah hijamah dan fashd.’”
V. Hari dan Waktu Yang Baik Berbekam
Sesungguhnya Rasulullah SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM ---pada waktu beliau dimi’rajkan---, tidak melewati satu malaikat pun kecuali mereka mengatakan: “Lakukanlah olehmu berbekam.” Dan katanya: Sesungguhnya hari yang paling baik bagimu untuk berbekam adalah hari ketujuh belas, kesembilan belas, dan kedua puluh satu.
At-Tirmidzi meriwayatkan di dalam Jami’nya, dari hadits Ibnu Abbas, secara marfu,’: “Sesungguhnya sebaik-baik waktu untuk berbekam adalah hari yang ketujuh belas, kesembilan belas, dan kedua puluh satu.”
Dari Anas: “Adalah Rasulullah SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM berbekam pada kedua urat lengan dan punuk. Beliau berbekam pada hari yang ketujuh belas, kesembilan belas, dan kedua puluh satu.”
Termuat di dalam Sunan Ibnu Majah, dari Anas, secara marfu’: “Barangsiapa yang hendak berbekam, maka hendaklah dia memilih hari yang ketujuh belas, kesembilan belas, atau kedua puluh satu. Dan jangan sampai darah membuih pada salah seorang dari kamu, sehingga akan membunuhnya.”
Termuat di dalam Sunan Abu Daud, dari hadits Abu Hurairah, secara marfu’: “Barangsiapa yang berbekam pada hari ketujuh belas, kesembilan belas, atau kedua puluh satu, maka yang demikian adalah penyembuhan dari segala penyakit.” Ini maknanya segala penyakit yang disebabkan kebanyakan darah.
Para dokter telah sepakat bahwa berbekam pada pertengahan bulan yang kedua dan sesudahnya, yakni seperempat yang keempat dari keempat minggunya, lebih bermanfaat dari awal dan akhirnya. Dan apabila ia dilakukan pada waktu yang diperlukan, ia akan bermanfaat kapanpun waktunya, baik pada awal bulan maupun akhirnya.
Di dalam kitab Al-Afrad oleh Ad-Daraquthni, dia mengatakan: Aku mendengar Rasulullah SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM mengatakan: “Berbekam meningkatkan hafalan bagi seorang hafizh dan kecerdasan bagi orang yang berakal. Lakukanlah berbekam dengan nama Allah Ta’ala. Dan janganlah berbekam kecuali pada hari Kamis, Jum’at, Sabtu, Ahad dan Senin.
Sesungguhnya penyakit kaki gajah dan lepra itu turun pada hari Rabu.” Ad-Daraquthni mengatakan: Ziyad Ibnu Yahya meriwayatkan hadits tersebut secara mandiri; dan Ayub meriwayatkannya dari Nafi’, dan mengatakan di dalamnya: “Berbekamlah kalian pada hari Senin dan Selasa; dan janganlah kalian berbekam pada hari Rabu.”
Abu Daud telah meriwayatkan dalam Sunan-nya, dari hadits Abu Bakrah, bahwa dia memakruhkan berbekam pada hari Selasa dan mengatakan bahwa Rasulullah SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM telah berkata: “Hari Selasa adalah hari darah, yang didalamnya terdapat saat dimana darah tidak berhenti mengalir.”
Al-Khallal mengatakan: ‘Ushmah Ibnu ‘Isham telah memberitakan kepadaku; katanya: Hanbal menceritakan kepada kami; katanya: Adalah Abu ‘Abdullah Ahmad Ibnu Hambal berbekam kapan saja waktunya apabila darah telah bergejolak.
Pengarang Al-Qanun mengatakan: Waktu-waktunya yang tepat pada siang hari adalah jam dua atau jam tiga. Dan wajib ditentukan saatnya sesudah mandi, kecuali bagi orang yang darahnya tebal. Maka dia wajib mandi, kemudian menghangatkan diri satu jam dan kemudian berbekam.
Dimakruhkan berbekam pada waktu kenyang karena yang demikian mungkin akan menyebabkan penyumbatan dan penyakit-penyakit yang merusak, terutama bila makanan itu tidak sehat dan tebal.
Termuat di dalam Atsar bahwa berbekam yang dilaksanakan pada waktu perut kosong merupakan pengobatan, pada waktu perut kenyang merupakan penyakit, dan pada hari yang ketujuh belas merupakan penyembuhan.
Pemilihan waktu-waktu untuk berbekam merupakan kewaspadaan dan penjagaan diri terhadap penyakit dan pemeliharaan kesehatan. Adapun untuk pengobatan terhadap penyakit, maka harus dilaksanakan pada waktu diperlukan.
Ucapan Nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM: “Jangan sampai darah membuih salah seorang diantara kamu, sehingga akan membunuhnya,” membuktikan bahwa kewaspadaan dan penjagaan diri dari penyakit dan pemeliharaan kesehatan. Dan telah disebutkan pula bahwa Ahmad berbekam pada hari apa saja dari bulan, ketika diperlukan.
Pengarang Al-Qanun berkata: “Dianjurkan untuk tidak berbekam pada awal bulan, karena humor belum bergerak dan bergejolak. Juga tidak diakhir bulan karena darah telah berkurang. Melainkan pada pertengahan bulan di mana humor benar-benar telah bergejolak dan banyak karena banyaknya sinar rembulan.
Para dokter menetapkan bahwa di negara-negara tropis berbekam lebih bermanfaat dan lebih baik dari fashd (membuka pembuluh halus darah). Dan dianjurkan untuk berbekam pada pertengahan bulan dan sesudah pertengahan bulan. Atau pada minggu ketiga dari keempat minggu. Sebab darah pada permulaan bulan belumlah bergejolak dan membludak; sedang diakhir bulan darah diam. Adapun pada pertengahan bulan dan menjelang akhirnya, maka ia berada pada puncak pertumbuhannya.
Beberapa dokter mengatakan: “Penyakit temperamen itu adakalanya bersifat materi dan non materi. Dan yang bersifat materi diantaranya adalah panas, dingin, basah atau kering, atau komplikasi dari semua ini. Dua dari keempat kondisi ini adalah efektif, yaitu panas dan dingin.”
Temperamen penyakit mengikuti kondisi humor yang paling kuat yakni panas dan dingin. Maka datanglah pembicaraan nabawi tentang dasar pengobatan penyakit panas dan dingin secara diagnostic. Apabila penyakit itu panas, maka kita mengobatinya dengan mengeluarkan darah, baik melalui fashd atau venesection ataupun melalui hijamah (bekam). Sebab hal ini mengosongkan materi dan mendinginkan temperamen. Apabila penyakit itu dingin, maka kita mengobatinya dengan pemanasan; yang terdapat pada madu. Dan apabila diperlukan pula pengosongan materi, maka madu juga bermanfaat dalam hal ini; karena mematangkan, memutuskan, menghaluskan, membersihkan dan melembutkan. Dengan demikian terjadilah pengosongan materi secara halus dan jauh dari gangguan pencahar yang kuat.
Katanya pula: “Sesungguhnya sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah pengobatan yang kalian cium (snuff), pengobatan yang dilakukan dengan mulut, berbekam dan obat pencahar. Dan sesungguhnya Rasulullah SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM diobati dengan mulut.” Maka kata beliau: “Siapakah yang mengobati aku dengan mulut?” Mereka semua diam. Lalu beliau berkata: “Tidak seorang pun yang ada di dalam rumah kecuali telah mengobati dengan mulut, kecuali Al-‘Abbas.” Katanya: Ini adalah Hadits gharib yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah.
Ucapan Nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM: “Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah bekam.” Hadits ini merupakan isyarat bagi penduduk Hijaz dan negara-negara tropis, karena darah mereka halus dan cenderung kepada permukaan badan mereka karena tarikan panas yang mengeluarkannya ke permukaan badan, sehingga ia akan berakumulasi pada bagian-bagian kulit yang berbeda-beda; dan juga karena pori-pori badan mereka lebar dan kekuatan mereka kecil. Maka fashd berbahaya bagi mereka. Sedangkan berbekam, bersifat pemisahan yang berhubungan dan sukarela, yang diikuti oleh pengurangan total dari urat-urat, terutama urat-urat yang jarang dilakukan fashd padanya, dan phebotomy dari masing-masing urat mengandung manfaat khusus.
Veneseksi urat basilica bermanfaat pada panas hati, limpa dan tumor yang terjadi pada keduanya karena darah. Juga bermanfaat terhadap emphysema, arterial pulsation, pleurisy (radang selaput paru) dan semua penyakit darah yang terjadi di antara bagian wabah lutut dan pinggul.
Fashd pada urat pertengahan bermanfaat terhadap pembengkakan yang terjadi pada seluruh tubuh: (bila pembengkakan itu disebabkan darah; dan juga bila darah telah rusak diseluruh tubuh).
Fashd pada urat lengan bermanfaat terhadap penyakit-penyakit yang terjadi pada kepala dan kuduk karena banyaknya atau rusaknya darah.
Dan fashd pada urat merih bermanfaat terhadap penyakit limpa, asthma, rongga dada dan dahi.
VI. Titik Bekam Pada Penyakit
Dari Ibnu Abbas dia berkata: “Nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM berbekam pada kepalanya yang sering pusing-pusing…. (HR. Bukhari)
Dari Ibnu Abbas; sesungguhnya Rasulullah SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM berbekam pada kepalanya separuh dari padanya, sedangkan beliau dalam keadaan ihram. (HR. Bukhari).
Termuat di dalam Ash-Shahih, bahwa “beliau berbekam pada kepalanya ketika dalam keadaan ihram, untuk menghilangkan pening yang ada di kepalanya.”
Termuat di dalam Sunan Ibnu Majah, dari ‘Ali: Jibril menginspirasikan kepada Nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM untuk berbekam pada kedua urat lengan dan punuk. Berbekam pada urat lengan bermanfaat terhadap penyakit-penyakit kepala dan bagian-bagiannya seperti: wajah, gigi, telinga, mata, hidung dan tenggorokan. Apabila yang demikian itu terjadi karena banyaknya atau rusaknya darah atau karena kedua-duanya.
Abu Na’im menyebutkan di dalam kitabnya Ath-Thibbun Nabawi, sebuah hadits marfu’: “Lakukanlah olehmu berbekam pada rongga kuduk, karena menyembuhkan lima penyakit,” salah satu diantaranya adalah lepra.
Di dalam hadits lain termuat: “Lakukanlah olehmu berbekam pada rongga kuduk, karena menyembuhkan tujuh puluh dua penyakit.” Segolongan dari mereka menganggapnya baik dan mengatakan bahwa hal itu bermanfaat terhadap exophthalmos, yaitu penonjolan bola mata, kelebatan alis, dan kelebatan bulu mata, disamping bermanfaat pula terhadap kotoran kelopak mata.
Diriwayatkan bahwa Ahmad Ibnu Hambal perlu berbekam, lalu dia berbekam pada kedua sisi kudunya, tetapi tidak pada rongganya. Berbekam pada bagian atas punggung bermanfaat terhadap nyeri pundak dan kerongkongan.
Telah tetap dari Nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM bahwa beliau berbekam di beberapa tempat dari kuduk beliau sesuai dengan tuntutan keadaan dalam hal tersebut. Dan beliau juga berbekam pada selain kuduk, sesuai dengan kebutuhan.
Berbekam pada bawah dagu bermanfaat terhadap sakit gigi, wajah dan kerongkongan, juga membersihkan kepala dan kedua telapak tangan, apabila dilakukan pada waktunya.
Anas RA mengatakan: Adalah Rasulullah SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM berbekam pada kedua urat lengan beliau dan pada bagian atas punggung beliau (punuk).
Termuat di dalam Ash-Shahihain, darinya: Adalah Rasulullah SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM berbekam dengan tiga bekaman: satu pada punuk dan pada kedua urat lengan beliau.
Termuat di dalam Sunan Abu Daud, dari Hadits Jabir, bahwa Nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM berbekam pada pinggul beliau untuk menghilangkan kelesuan.
Berbekam pada bagian bawah dada bermanfaat terhadap bisul dipaha, kudis dan bintil-bintilnya, encok, wasir, ambeiyen (hemorrhoids), kaki gajah (elephantiasis) dan gatal-gatal di punggung.
Berbekam pada punggung telapak kaki dapat menggantikan venesection saphena, yaitu urat besar pada mata kaki. Ia bermanfaat terhadap borok di paha dan betis, terputusnya mentruasi dan gatal-gatal yang terjadi pada biji kemaluan.
Didalam hadits-hadits yang terdahulu terdapat anjuran untuk berobat dan anjuran berbekam dan berbekam itu harus ditempatkan pada posisinya yang tepat. Hadits-hadits itu juga menunjukkan kebolehan berbekam bagi orang yang berirham, meskipun akan memutuskan sebagian dari rambutnya karena memang dibolehkan. Dalam hal kewajiban berfidyah atasnya diperlukan pertimbangan dan kewajiban ini tidaklah kuat. Dan berkenaan dengan kebolehan berbekam bagi orang yang berpuasa, termuat di dalam Shahih Al-Bukhari.
VII. Upah Bekam
Dari Ibnu Abbas RA, dari Nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM, beliau biasa berbekam dan memberikan upahnya kepada si tukang bekam. (HR. Bukhari).
Termuat di dalam Ash-Shahihain, dari Ibnu Abbas, bahwa Nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM berbekam dan memberikan kepada tukang bekam upahnya.
Termuat di dalam Ash-Shahihain, dari Anas, bahwa Abu Thibah berbekam pada Nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM, lalu beliau memerintahkan untuk memberikan kepadanya dua sha’ makanan. Dan kata beliau: “Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah berbekam.”
Termuat di dalam Jami’ At-Tirmidzi, Ibnu Abbas mengatakan: “Nabi SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM telah berkata: ‘Sebaik-baik hamba adalah tukang bekam. Dia mengeluarkan darah; mengeringkan tulang punggung dan membersihkan penglihatan.’”
Faisal
11th June 2008 pukul 1:32 am
Kecantikan seorang wanita adlh rasa malunya pd org lain
eyang
14th June 2008 pukul 2:38 am
berbangga dan berbahagialah dengan kodratmu, jangan tertipu syaithon untuk mengingkari petunjuk yang nyata ( al-quran)
zinnera
18th June 2008 pukul 4:12 am
bagus, teruskan berdakwah!!!
jiri
18th June 2008 pukul 11:24 pm
izin copy tulisannya ia
ummu salamah
23rd June 2008 pukul 8:43 pm
asslmkmwrwb.masyaAlloh tetap berjuang.ALLOHUAKBAR DAKWAH ALILLOH.berlandaskan Al-Qur’an dan As-Sunnah.wasslmwrwb
endang supriatna
25th June 2008 pukul 12:25 am
Islam hadir di tengah-tengah budaya jahiliyah dengan mengangkat derajat wanita, sehingga wanita dimulyakan. Wanita disejajarkan dengan kaum pria namun tetap dalam koridor kodrat kewanitaannya. Wanita boleh berperan dalam kancah amal sholeh namun tetap dalam frame esensinya sebagai wanita. Wanita hendaknya mengambil peran yang telah diwadahi oleh Islam. Wanita menuntut ilmu hendaklah diabadikan ke dalam Islam. Wanita diberi keleluasaan dalam berkiprah hendaklah tetap bercermin dalam Islam. Jika wanita ingin tetap mulya dan tetap tinggi derajatnya di muka bumi ini.
Wanita menuntut ilmu bukan untuk mencari uang.
Wanita menggali ilmu bukan untuk menggenggam karier.
Wanita Mencari ilmu bukan untuk meraih posisi atau jabatan dalam suatu instansi. WaNITA MENDAPATKAN ILMU UNTUK MENDIDIK PUTRA PUTRINYA AGAR MENJADI GENERASI SHOLEH DAN SOLEHA!!!
ABU ALGHIFARI
25th June 2008 pukul 12:36 am
Wanita sholeha yang mampu menjaga diri dan kehormatannya, menjaga kemulyaannya dengan tetap berhukum dengan hukum Islam. Berhias dengan polesan Islami. Berjilbab, berhijab dengan jilbab yang sebenarnya sebagaimana perintah Rosulullah salallahu’alaihi wassalam. Akan lebih mulya dari dunia dan seisinya. (Bayangkan!!!)
Namun wanita musyrik terkadang berjilbab namun jilbabnya jilbab “Gaul” yang dilibet-libet di leher seperti orang ingin gantung diri.
berpakaian seperti pakaian kaum kafir, Seperti berpakaian ketat, membentuk lekuk tubuh. menggunakan celana jeans, yang ketat meski berjilbab, maka kata rosulullah wanita tersebut berpakaian tetapi dinilai telanjang. akan lebih hina daripada sampah!!! Na’uzubillah!
iis warrior princess
26th June 2008 pukul 6:54 pm
is bangga menjadi wanita….
dan semoga is bisa menjadi wanita sholeha yang seperti di utarakan dalam artikel ini….amiiinn….
anin
1st July 2008 pukul 1:00 am
Membaca artikel di atas menyadarkan bahwa seorang wanita mulia, maka kita sbg wanita harus selalu menjaga kehomartan agama, keluarga, dan tentunya harus menjaga harga diri sebagai seorang wanita.
ririn
3rd July 2008 pukul 9:53 pm
wanita sholehah adalah bidadari surga
Ukhti
16th July 2008 pukul 3:10 am
Subhanallah ….. begitu mulianya seorang wanita, semoga saja saya menjadi seorang mslimah yang sholeh … amiin
ina
17th July 2008 pukul 7:14 am
Ahamdulillah, dulu ana jauh dari agama. kemudian hidayah datang. artikel ini manfaat sekali utk ana yg sedang proses menjadi muslimah soleha, istri soleha,pemimpin buat jundi2 kecil ana nantinya . syukron
insya Allah dapat bermanfaat juga yang lain
annisa
26th July 2008 pukul 9:31 pm
subhanallah…
mudah2an artikel ini bermanfaat bagi saya dan teman2
syukron atas pembelajarannya,,
adit
28th July 2008 pukul 9:29 pm
perhiasan dunia adalah wanita sholehah, semoga allah swt menjaganya dari kemunafikan wanita kafir
rendahkan pandangan meskipun bercadar
29th July 2008 pukul 12:52 pm
jadilah seperti Sahabiah-sahabiah yang penuh ibadah dan pengorbanan harta
nur fitri isnaini
31st July 2008 pukul 10:05 pm
assalamualaikum wr.wb
dulu saya adalh seorang wanita yang tidak menerima kodratnya sebagai wanita saya selalu berusaha terlihat sebagai seorang laki2 tapi setelah membaca artikel diatas, Subhanallah saya sadar betapa beruntungnya saya karena ditakdirkan menjadi seorang wanita,terima kasih banyak mungkin artikel tersebut menjadi pembuka pintu hidayah bagi saya,semoga saya bisa menjadi wanita salihah dunia akhirat amin….
wassalam wr wb
Sri mulya ningsih
1st August 2008 pukul 6:31 am
Jazakillah ats artikelnya,smg bisa merubah pndangan orang tentang jilbab,jilbab bukan penutup kepala tapi menutupi apa yg wajib ditutupi yaitu aurat.
rini
4th August 2008 pukul 2:16 am
SubuhanaAllah
riskie wulan
5th August 2008 pukul 10:53 pm
artikel ini bagus bgt bwt wanita muslimah.terusin jihadnya y
zaini
6th August 2008 pukul 2:38 am
alhamdulillah, sangat bagus untuk menambah pengetahuan kaum muslimin.
mia
11th August 2008 pukul 12:26 am
kmrin hati ini trnodai..smoga Allah memaafkan Q!!!!!!!
syukron bwt artikelnya..
cacha
12th August 2008 pukul 2:02 am
setuju ama pendapatnya ririn
abahnya zayd
13th August 2008 pukul 5:54 pm
assalamu’alaikum
aq numpang copy artikel ini buat di blog ana yah
http://salafiyunpad.wordpress.com
barokallahu fiikum
fatimah
13th August 2008 pukul 9:50 pm
alhamdullilah dengan artikel itu akan menambah keimanan saya dan insyaAllah saya terus mempertahankan jilbab walaupun banyak banget cobaan,yang dulu sempet membuka jilbab hanya karena suatu pekerjaan
eiwan
18th August 2008 pukul 8:38 am
skrg mmg ssh nk cari wanita yg btl2 solehah & bersopan santun..
ak 6t x tau ar,hehe…
doNnA
26th August 2008 pukul 1:26 am
suBhAnaLLah………
wANitA a/ pENeNtu…..
mDAh”aN,Qt (aKhwat) sA mnjAdi wNitA sOLehA…..
aMiEn
Anggit
8th September 2008 pukul 12:51 am
Benarkah Wanita Yang Berkerudung Pasti Wanita Yang SoLehah?
Abu Zahra
8th September 2008 pukul 7:50 pm
tuk Anggit.
“Benarkah Wanita Yang Berkerudung Pasti Wanita Yang SoLehah?”
Jawabannya kembali kepada niat wanita yang memakai kerudung tersebut, apakah ia menggunkan kerudung untuk melaksanakan syariat dengan IKHLAS mengharap keridhaan ALLOH ataukah hanya sebagai alat untuk mempercantik diri? atau karena niat yang lainnya, namun yang perlu diperhatikan bahwa menutup aurat adalah salah satu ciri wanita shalihah.
Ciri2 wanita shaliaha yang lain bisa dilihat dari diennya, akhlaqnya, ketaatan pada ALLOH, Rasul, suaminya. Tidak perlu ana berpanjang-panjang menjelaskanya, banyak referensi yang bisa diperoleh berkait penjelasan tentang wanita shalihah.
Wallohu a’lam bishowab
Abdullah
10th September 2008 pukul 12:30 am
4 Anggit,
Memang kita tidak bisa serta-merta menilai seseorang itu adalah laki-laki yang sholih atau wanita yang sholihah. Akan tetapi yang bisa kita nilai adalah apa yang nampak secara zhohir (lahiriah). Secara mudahnya, orang yang sholih atau sholihah adalah orang yang taat menjalankan perintah-perintah dari Allah dan Rasul-Nya serta menjauhkan diri dari segala apa yang dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Jika kita melihat seorang wanita berkerudung, maka kita nilai apakah cara berkerudungnya sudah sesuai dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya perintahkan. Jika memamg sudah sesuai, maka kita bisa mengatakan bahwa wanita tersebut sudah menjalankan perintah Allah dan Rasul-Nya dalam perkara yang wajib, yakni menutup aurat. Adapun mengenai sholatnya, puasanya, ibadah-ibadah yang lainnya, akhlak, muamalah, dan yang lainnya bisa dinilai dengan barometer ajaran Islam yang haq (benar).
Sementara isi hatinya, kita tentu tidak bisa mengetahuinya.
Wallahu a’lam.
Slamet
11th September 2008 pukul 7:18 am
Ass”…!
Subha n4LL4H…,
sungguh dalam isi artikel nya. Mg bs d jd kan refrensi,tuk rkan”* akhwat. Trus..perbaiki umat,yg da mkin klewat..
Syukron..to moderat..
Wass”…
wafa
17th September 2008 pukul 12:59 am
Subhanallah artikelnya bagus. ditengah arus feminisme yang menerjang, artikel ini menjawab tantangan. Ane sedih dengan apa yang disuguhkan televisi sekarang ini, acara - acara yang mengumbar aurat wanita, berbau kebanci - bancian tapi sangat diminati seperti MAMAMIA di Indosiar. Sudah jelas acara tersebut adalah ajang perusakan generasi tapi tetap saja meraih rating tinggi. menyedihkan! calon generasi bangsa bukannya diajarin bagaimana caranya mencari ilmu tapi diajari ber tabaruj ria. mau jadi apa negara ini? belum lagi tayangan - tayangan religi yang sukses dengan adegan mesra suami - istri yang jelas - jelas bukan muhrimnya. semakin sukses memperburuk citra umat Islam. apakah kurang jelas Firman Allah dalam Q.S al-’araaf : 179?
wahdatun nikmah
18th September 2008 pukul 4:26 pm
Subhanallah,islam sungguh mulia…..
Doakan saya semoga bisa kaffah dg jilbabq……
vina
19th September 2008 pukul 12:31 am
assalamualaikum wr.wr
subhanallah maha suci allah………..
artikelnya bner-bener bagus banget,sehingga membuat takut bagi orang-orang yang mau melakukan kemaksiatan dalam dunia fana ini……semoga ja bagi wanita2yang belum sadar bisa terbuka pintu hatinya amien……….
amrozi
20th September 2008 pukul 8:45 am
Wanita itu harus dan wajib memakai jilbab,begitu ja kok repot
paijo
20th September 2008 pukul 8:50 am
wanita harus memakai jilbab, biar di ridho Alloh, karna itu perintahNya, jangan memakai pakaian ketat, atau malah yang memancing emosi laki2 teman syaithon, ntar di prokoso baru tahu rasa lho.
HiDay
26th September 2008 pukul 2:10 am
Ya Allah, aku mohonkan HidayahMu untuk istriku semoga bisa seperti petunjukmu, dan aku mohon kepadaMu hidayah sebagai suami yang ada dalam ridloMu, serta kesabaran..
NIA
7th October 2008 pukul 10:54 pm
Terima kasih banyak ya buat artikelnya. berguna banget buat saya yang baru beberapa minggu berusaha belajar pake jilbab panjang n juga mo berusaha memperbaiki ahlak…. mohon doanya :-)
Allah Hafiz
Ci_mut ^_^
14th October 2008 pukul 6:06 pm
Indahnya jika bisa menjadi wanita muslimah sejati….
Ariyanto
25th October 2008 pukul 8:00 pm
Assalamualaikum, Saya lagi dilanda was2, soalnya tunanganku lagi goyah masalah akidah..! saya tahu kalo kita berjauhan. dan kontrol kurang apalagi insya 4JJ kita menikah tanggal 14 des. Pakaian calon istriku malah berubah dari jilbab, kini kadang2 berjilbab kadang tidak. mungkin masalah berteman dengan yang tidak islami. dia menjadi gitu. ia juga mulai berani melawan jika saya kasih tahu. Tidak lagi mau terbuka kalo ada problem ke saya, malah lari ke temannya itu. Kuharap 4JJ masih menyayanginya dan memberikan secerca Hidayah padanya. semoga ia kembali di jalan 4JJ
Oppe
27th October 2008 pukul 4:21 pm
Subhanalloh,,
artikel yg sangat bagus.Sem0ga dapat bermanfaat dan terus memberikan yg terbaik.
zaidan
4th November 2008 pukul 8:13 pm
silahkan baca bukunya “Menjaga Kehormatan Muslimah” karya Syaikh Bakr Abdullah Abu Zaid Daar An-Naba’ lihat bukunya di http://www.at-tibyan.com
det
26th November 2008 pukul 8:19 am
waw… bagus banget artikelnya ;)
aya
26th November 2008 pukul 7:37 pm
alhamdulillah…sangat bermanfaat
na
11th December 2008 pukul 1:22 am
asslmualaikum ..
maff ..
pgen nanya ..
karena aku islam’nya kurang bnyak yg aku ngertiin tlong jawab yah ..
aku pgen minta bantuan sama siapa ajh yang nguasain islam spnuh’a di forum ini ..
tolong bantuin aku ..
yang mau bantu aku kirim email aja k ***@yahoo.com
tolongggggg …
aku butuh kalian semua …
aku ga mau ngomong d forum
thx b4 ..
d tungggu bgt yg mau bantu aku
abdullah
11th December 2008 pukul 2:20 am
buat na, kirim aja masalahnya ke moderator, insyaAllah banyak narasumber terpercaya yang bisa kasi solusi.
abu ishaq as salafy al madury
5th January 2009 pukul 2:14 am
Bismillah
Ini artikel bukan hanya untuk di baca, akan tetapi diamalkan…!!! barokalloh fiikum
Santy
19th January 2009 pukul 6:18 pm
Subbhanallah…mudah”an degan membaca artikel ini dapat menambah keimanan saya..amin…
wening
28th January 2009 pukul 1:54 am
assalamu’alaikum wr.wb
subhanallah artikel yang sangat bagus,terutama bagi ana yang baru belajar salafi, uztadah mohon di jelaskan juga mengenai pakaian muslimah yang syar’i dilihat dari warnanya,ada beberapa yang merasa jika pakaian yang dikenakan sudah gelap, tapi ternyata ada yang berpendapat jika warnanya masih tergolong mencolok,
sebatas manakah warna yang termasuk kategori mencolok itu?
Barakallahu fyk atas jawabannya
wassalamu’alaikum wrwb
Ririn
29th January 2009 pukul 5:08 pm
Asslm..
aq uda sering pcrn tp,aq ud sdar n mau akhri smua ni n t0bat ats smua d0saku. aq btuh k0nsultan agama 0r ustadzah utk lbh mndlmi Islam. wl0pun aq ud brjilbab,aq msi ngrasa bnyk d0sa n blm pnts d sebut muslimah shalihah..
jazakumullah..
waalaikumslm..
Siti from papua
29th January 2009 pukul 6:19 pm
Komentarnx ok2
Penumpang Bus Trans Jogja A3
25th February 2009 pukul 12:00 pm
Bila berjalan atau dalam bus Trans Jogja rendahkan pandangan jangan sampai terkesan suasana dan keadaan
m.fidol
6th March 2009 pukul 9:33 pm
ass… Keinginan setiap muslimah menjd wanita soleha penghuni surga.apa bs? Wawlhhualm.
Hasanah
10th March 2009 pukul 7:48 pm
Menjadi wanita muslimah memang dambaan setiap setiap perempuan yang mengaku dirinya beriman. dan itu adalah cita-citaku karena posisi wanita di mata Islam sangatlah mulia karena itu aku ingin sekali menduduki posisi itu, tapi begitu banyak cobaan yang aku hadapi dalam menjalani hidup ini sebagai wanita muslimah, apakah ini yang dimaksud dengan semakin tinggi pohon semakin besar angin yang mengguncangnya???
BalQis
20th March 2009 pukul 12:52 am
smoga allah menjaga Q dari kemulian lahir dan bathin,,^_^
yani
20th March 2009 pukul 5:26 pm
ass..
bagus bnget artikelnya, apalgi buat saya, yang ingin skali benar2 berjilbab yang syari’ah..mohn doax y teman2,amin!
Tono
22nd March 2009 pukul 3:02 am
Assalamu’alaykum Warahmatullah Wabarakatuh,
Afwan, ana minta izin buat copy artikel ini, syukron
dzira
25th March 2009 pukul 4:29 pm
maaf bukan ntuk berkomentar tapi bertanya dimana ya mau nyari jilbab2 akhwat,cadar ataw burdah
angie
25th March 2009 pukul 11:16 pm
nice….jadi terharu..
sebenarnya aku sudah ingin…